BAB I
TINJAUAN
TEORITIS
KONSEP TEORI
A.
Definisi
Inusitis
merupakan penyakit infeksi sinus yang disebabkan oleh kuman atau virus.
B.
Etiologi (penyebab)
1.
Pada Sinusitis
Akut, yaitu :
a.
Infeksi virus
Sinusitis akut bisa terjadi setelah adanya infeksi
virus pada saluran pernafasan bagian atas (misalnya Rhinovirus, Influenza
virus, dan Parainfluenza virus).
b.
Bakteri
Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa jenis
bakteri yang dalam keadaan normal tidak menimbulkan penyakit (misalnya Streptococcus
pneumoniae, Haemophilus influenzae). Jika sistem pertahanan tubuh
menurun atau drainase dari sinus tersumbat akibat pilek atau infeksi virus
lainnya, maka bakteri yang sebelumnya tidak berbahaya akan berkembang biak dan
menyusup ke dalam sinus, sehingga terjadi infeksi sinus akut.
c.
Infeksi jamur
Infeksi jamur bisa menyebabkan sinusitis akut pada
penderita gangguan sistem kekebalan, contohnya jamur Aspergillus.
d.
Peradangan
menahun pada saluran hidung
Pada penderita rhinitis alergi dan juga penderita
rhinitis vasomotor.
1)
Septum nasi yang
bengkok.
2)
Tonsilitis yg
kronik.
2.
Pada Sinusitis
Kronik, yaitu :
a.
Sinusitis akut
yang sering kambuh atau tidak sembuh.
b.
Alergi
c.
Karies dentis (
gigi geraham atas ).
d.
Septum nasi yang
bengkok sehingga menggagu aliran mucosa.
e.
Benda asing di
hidung dan sinus paranasal.
f.
Tumor di hidung
dan sinus paranasal.
C.
Patofisologi

D.
Menefestasi Klinis
Berdasarkan manifestasi
klinis menurut Adams (1997 hal 241) sinusitis dapat dibagi dua yaitu :
1.
Sinusitis Akut
a.
Sinus Maksilaris : Gejalanya berupa demam, malaise,
dan nyeri kepala yang tak jelas yang biasanya reda dengan pemberian analgetik
biasa seperti aspirin. Wajah terasa bengkak, penuh dan gigi terasa nyeri pada
gerakan kepala mendadak, dan sering kali terdapat nyeri pipi khas yang tumpul
dan menusuk juga terkadang berbau busuk.
b.
Sinusitis etmoidalis : Gejalanya berupa nyeri dan
nyeri tekan di antara kedua mata dan diatas jembatan hidung, drainase dan
sumbatan hidung.
c.
Sinusitis Frontalis : Gejalanya berupa nyeri kepala
yang khas berlokasi diatas alis dan biasa pada pagi hari dan memburuk pada
tengah hari kemudian perlahan-lahan sampai menjelang malam.
d.
Sinusitis Sfenoidalis : Gejalanya berupa nyeri kepala
yang mengarah ke verteks kranium.
2.
Sinusitis Kronik
Gejala sinusitis kronik
tidak jelas. Selama eksaserbasi akut, gejala-gejala mirip dengan gejala
sinusitis akut namun diluar masa itu gejala berupa suatu perasaan penuh pada
wajah dan hidung, dan hipersekresi yang sering kali mukopurulen.
E.
Pemeriksaan Penunjang
Diagnosa meliputi pemeriksaan dengan menggunakan
transiluminasi yaitu dengan cara lampu senter yang menyala ditempelkan diatas
sinus maksila dengan mulut dalam keadaan tertutup untuk mengamati cahaya terang
pada ruangan sinus yang normal karena sinus normal hanya terisi udara. Apabila
ditemukan daerah yang gelap menandakan adanya sekresi purulen dan penyumbatan
sinus. Pemeriksaan dengan sinar-X pada sinus dan endoskopi nasal juga bisa
dilakukan, akan tetapi ini lebih jarang dilakukan, kecuali pasien memiliki
penyakit kronis dan berulang.
Tomografi komputer diindikasikan untuk evaluasi
sinusitis kronik yang tidak membaik dengan terapi, sinusitis dengan komplikasi,
evaluasi preoperatif, dan jika ada dugaan keganasan. Magnetic Resonance Imaging
(MRI) lebih baik daripada tomografi komputer dalam resolusi jaringan lunak dan
sangat baik untuk membedakan sinusitis karena jamur, neoplasma, dan perluasan
intrakranialnya, namun resolusi tulang tidak tergambar baik dan harganya mahal.
F.
Penatalaksanaan
1.
Sinusitis akut
Tujuan pengobatan sinusitis akut adalah untuk
mengontrol infeksi, memulihkan kondisi mukosa nasal, dan menghilangkan nyeri.
Antibiotik pilihan untuk kondisi ini adalah amoksisilin dan ampisilin.
Alternatif bagi pasien yang alergi terhadap penisilin adalah
trimetoprim/sulfametoksazol (kekuatan ganda) (Bactrim DS, Spetra DS).
Dekongestan oral atau topikal dapat saja diberikan. Kabut dihangatkan atau
diirigasi salin juga dapat efektif untuk membuka sumbatan saluran, sehingga
memungkinkan drainase rabas purulen. Dekongestan oral yang umum adalah Drixoral
dan Dimetapp. Dekongestan topikal yang umum diberikan adalah Afrin dan Otrivin.
Dekongestan topikal harus diberikan dengan posisi kepala pasien ke belakang
untuk meningkatkan drainase maksimal. Jika pasien terus menunjukkan gejala
setelah 7-10 hari, maka sinus perlu diirigasi.
2.
Sinusitis kronis
Penatalaksanaan medis sinusitis kronik sama seperti
penatalaksanaan sinusitis akut. Pembedahan diindikasikan pada sinusitis kronis
untuk memperbaiki deformitas struktural yang menyumbat ostia (ostium) sinus.
Pembedahan dapat mencakup eksisi atau kauterisasi polip, perbaikan penyimpangan
septum, dan menginsisi serta mendrainase sinus.
Sebagian pasien dengan sinusitis kronis parah
mendapat kesembuhan dengan cara pindah ke daerah dengan iklim yang kering.
G.
KONSEP Keperawatan
1. Pengkajian
a. Biodata
: Nama ,umur, sex, alamat, suku, bangsa, pendidikan, pekerjaan.
b. Riwayat Penyakit sekarang :
Gejala : Riwayat bernafas melalui mulut, kapan,
onset, frekwensinya, riwayat pembedahan hidung atau trauma dan penggunaan obat
tetes atau semprot hidung : jenis, jumlah, frekwensinya , lamanya.
Sekret hidung : warna, jumlah, konsistensi secret, epistaksis, ada tidaknya
krusta/nyeri hidung.
Riwayat Sinusitis : nyeri kepala,
lokasi dan beratnya, hubungan sinusitis dengan musim/ cuaca dan gangguan umum
lainnya : kelemahan.
Tanda : Demam, drainage, purulen, polip mungkin timbul dan biasanya terjadi
bilateral pada hidung dan sinus yang mengalami radang sampai Pucat, odema
keluar dari hidng atau mukosa sinus, kemerahan dan odema membran mukosa.
Pemeriksaan penunjung : kultur organisme hidung dan tenggorokan,
pemeriksaan rongent sinus.
c. Keluhan utama : biasanya penderita mengeluh nyeri
kepala sinus, malaise, dan nyeri tenggorokan.
d. Riwayat penyakit dahulu :Pasien pernah menderita
penyakit akut dan perdarahan hidung atau trauma, Pernah mempunyai riwayat
penyakit THT, Pernah menderita sakit gigi geraham.
e. Riwayat keluarga : Adakah penyakit yang diderita oleh
anggota keluarga klien yang mungkin ada hubungannya dengan penyakit klien
sekarang.
f. Riwayat Psikososial : Intrapersonal yaitu perasaan
yang dirasakan klien (cemas/sedih), interpersonal : hubungan klien dengan orang
lain sangat baik.
g. Pola fungsi kesehatan
1) Pola persepsi dan tatalaksanaan hidup sehat : Untuk
mengurangi flu biasanya klien menkonsumsi obat tanpa memperhatikan efek
samping.
2) Pola nutrisi dan metabolisme : biasanya nafsumakan
klien berkurang karena terjadi gangguan pada hidung.
3) Pola istirahat dan tidur : selama di rumah sakit klien
merasa tidak dapat istirahat karena klien sering pilek.
4) Pola Persepsi dan konsep diri : klien sering pilek
terus menerus dan berbau menyebabkan konsepdiri menurun.
5) Pola sensorik : daya penciuman klien terganggu karena hidung buntu akibat pilek
terus menerus (baik purulen , serous, mukopurulen).
h. Pemeriksaan fisik
1) Status kesehatan umum : keadaan umum , tanda-tanda vital, kesadaran.
2) Pemeriksaan fisik data fokus hidung : nyeri tekan pada
sinus, rinoskopi (mukosa merah dan
bengkak).
2.
Diagnosa Keperawatan
Menurut Rusari (2008) diagnosa yang timbul adalah
:
a. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan
dengan dengan obstruksi sekunder dari peradangan sinus.
b. Nyeri berhubungan dengan peradangan pada sinus.
c. Perubahan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan nafus makan menurun sekunder dari peradangan sinus.
d. Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan hidung
buntu, nyeri sekunder peradangan sinus.
e.
Cemas
berhubungan dengan kurangnya pengetahuan klien tentang penyakit dan prosedur
tindakan medis (operasi).
3.
Intervensi
a. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan
dengan dengan obstruksi sekunder peradangan sinus.
Tujuan : Bersihan
jalan nafas kembali efektif.
Kriteria
Hasil : Jalan napas kembali normal
terutama hidung dan klien bernapas tidak lagi melalui mulut.
Intervensi :
1)
Kaji
penumpukkan sekret yang ada.
Rasional : Mengetahui tingkat keparahan
dan tindakan selanjutnya.
2)
Kaji pasien
untuk posisi semi fowler, misalnya : Peninggian kepala tempat tidur, duduk pada
sandaran tempat tidur.
Rasional : Peninggian kepala tempat tidur
mempermudah fungsi pernapasan dengan menggunakan gravitasi.
3)
Pertahankan
posisi lingkungan minimum, misalnya debu, asap dan bulu bantal yang berhubungan
dengan kondisi individu.
Rasional : Pencetus tipe reaksi alergi
pernapasan yang dapat mentriger episode akut.
4)
Dorong/bantu
latihan nafas abdomen atau bibir.
Rasional : Memberikan pasien beberapa
cara untuk mengatasi dan mengontrol pernapasan.
b. Nyeri berhubungan dengan peradangan pada sinus.
Tujuan : Nyeri berkurang atau hilang.
Kriteria
Hasil : Klien
mengungkapakan nyeri yang dirasakan berkurang atau hilang, klien tidak
menyeringai kesakitan
Intervensi :
1)
Kaji tingkat
nyeri klien dengan Provokatif, Quality, Region, Severity, Thine.
Rasional : Mengetahui tingkat nyeri
klien dalam menentukan tindakan selanjutnya.
2) Jelaskan sebab dan akibat nyeri pada klien serta keluarganya. Rasional : Dengan mengetahui sebab dan akibat nyeri diharapkan
klien berpartisipasi dalam perawatan untuk mengurangi nyeri.
3)
Ajarkan
tehnik relaksasi dan distraksi.
Rasional :
Dengan tehnik distraksi dan relaksasi klien dapat mempraktekkannya bila
mengalami nyeri sehingga nyerinya dapat berkurang.
4)
Observasi
tanda tanda vital dan keluhan klien.
Rasional :
Mengetahui keadaan umum dan perkembangan kondisi klien.
5)
Kolaborasi
untuk penggunaan analgetik.
Rasional :
Dapat mengurangi nyeri.
c. Perubahan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan nafus makan menurun sekunder dari peradangan sinus.
Tujuan : Kebutuhan
nutrisi terpenuhi.
Kriteria
hasil : Menunjukkan peningkatan berat badan menuju tujuan yang tepat. Menunjukkan
perilaku/perubahan pola hidup untuk meningkatkan dan/atau mempertahankan berat
yang tepat.
Intervensi :
1) Kaji kebiasaan diet, masukan makanan saat ini, catat kesulitan makan, evaluasi berat badan dan ukuran tubuh.
Rasional : Untuk mengetahui tingkat
kesulitan klien dan tindakan yang harus dilakukan.
2) Auskultasi bunyi usus.
Rasional : Penurunan atau hipoaktif
bising usus menunjukkan penurunan mobilitas gaster dan konstipasi (komplikasi
umum) yang berhubungan dengan pembatasan pemasukkan cairan, pilihan makanan
buruk, penurunan aktivitas, dan hipoksemia.
3) Beri perawatan oral sering, buang sekret, berikan wadah khusus
untuk sekali pakai dan tisu.
Rasional : Rasa tak enak, bau dan
penampilan adalah pencegah utama terhadap nafsu makan dan dapat membuat mual
muntah dengan peningkatan kesulitan nafas.
d. Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan hiidung
buntu, nyeri sekunder peradangan sinus.
Tujuan : Istirahat tidur kembali normal.
Kriteria
Hasil : Menyatakan pemahaman penyebab/faktor resiko individu. Klien dapat tidur 6 sampai 8 jam
setiap hari.
Intervensi :
1)
Kaji
kebutuhan tidur klien.
Rasional :
Mengetahui permasalahan klien dalam pemenuhan kebutuhan istirahat tidur.
2)
Ciptakan
suasana yang nyaman.
Rasional : Agar klien dapat tidur
dengan tenang
3)
Anjurkan
klien bernafas lewat mulut.
Rasional : Pernafasan tidak terganggu.
4)
Kolaborasi
dengan tim medis pemberian obat.
Rasional :
Pernapasan dapat efektif kembali lewat hidung.
e. Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan klien
tentang penyakit dan prosedur tindakan medis (operasi).
Tujuan : Cemas klien
berkurang.
Kriteria
Hasil : Klien akan
menggambarkan tingkat kecemasan dan pola kopingnya dan klien mengetahui dan
mengerti tentang penyakit yang dideritanya serta pengobatannya.
Intervensi :
1)
Kaji
tingkat kecemasan klien.
Rasional :
menentukan tindakan berikutnya.
2)
Jelaskan
atau kuatkan penjelasan proses penyakit individu.
Rasional : Menurunkan ansietas dan
dapat menimbulkan perbaikan partisipasi pada rencana pengobatan.
3)
Diskusikan
obat pernapasan, efek samping dan reaksi yang tidak diinginkan.
Rasional : Pasien ini sering mendapat
obat pernapasan banyak sekaligus yang mempunyai efek samping hampir sama dan
potensial interaksi obat.
4)
Diskusikan
faktor individu yang meningkat kondisi, misalnya udara terlalu kering, angin,
lingkungan dengan suhu ekstrim, serbuk, asap, sprei aerosol, dan polusi udara.
Rasional : Faktor lingkungan ini dapat
menimbulkan atau meningkatkan iritasi.
4. Implementasi
5.
Evaluasi
a. Potensi
jalan napas dengan cairan sekret mudah dikeluarkan.
b. Nyeri
teratasi atau berkurang.
c. Menyatakan
kebutuhan dalam cara yang efektif.
d. Menunjukkan
keseimbangan cairan dengan parameter individual yang tepat, mis: membran mukosa
lembab, turgor kulit baik, pengisian kapiler cepat, tanda vital stabil.
e. Melakukan
perubahan pola hidup dan berpartisipasi dalam program pengobatan.
BAB II
ASKEP Contoh
Kasus
A.
Pengkajian
1. Data
pasien
Nama :
Tn. A
Umur :
15 th
Diagnosa medis :
Sinusitis
Tindakan :
Operasi
Ruang :
Ruang bedah
No. Register :
-
Tanggal :
27 Juni 2011
Pendidikan :
SMP
Pekerjaan :
Siswa
Alamat :
Serba Jaman
dr. Operator :dr.
Indrawadi
dr. Anastesi :dr,
Kurniawan, Sp. An
2. Pengkajian
Klien tiba di ruang operasi dengan : IV ( Infus )
Alergi :
Tidak
Penampilan kulit :
Normal
Kondisi emosi :
Cemas
Jenis anastesi :
Umum
Jenis operasi :
Bersih terkontaminasi
Posisi tangan :
Telentang
Catheter :
Tidak
Disinfeksi :
Betadin dan Alkohol
Monitor anastesi :
ya
Mesin anastesi :
ya
Tourniquet :
tidak
Mulai ;
12.00 s/d 12.30 WIB
Cairan : RL
Tampon :
2 kassa setelah operasi
Masuk RR jam :
13. 45 WIB
Tanda vital :
TD : 110/ 70 mmHg
RR :
20 x/menit
Temp :
37 C
Puls :
73 x/menit
Keadaan umum :
Sedang
Kesadaran :
Apatis
Pernafasan :
Tidak teratur
Sirkulasi :
Merah muda
Tugor kulit :
tidak
Mukosa mulut :
Kering
Extrimitas :
Hangat
Posisi :
Telentang
Cairan draiin :
Tidak
Keluhan
Utama :
Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan
nyeri kepala dan tenggorokan.
Keadaan
Lingkungan :
Pasien bertempat tinggal di lingkungan yang kurang bersih, ventilasi rumah
kurang (tidak adekuat).
3.
Riwayat
kesehatan
a.
Data subjektif
1)
Pasien
mengatakan nyeri pada daerah operasi.
2)
Pasien
mengatakan susah bernafas melalui hidung.
3)
Susah tidur.
b.
Data objektif
1)
Ekspresi wajah
meringis.
2)
Jalan nafas tidak
efektif.
3)
Lemah
4)
OS sering
terbangun.
c.
Riwayat
Kesehatan Sekarang
Tuan A datang ke RS tanggal 18 November 2010 dengan
keluhan nyeri kepala dan tenggorokan. Nyeri ini dirasakan sejak 7 hari yang
lalu disertai pilek yang sering kambuh dan ingus yang kental di hidung. Nyeri
dirasakan semakin hebat jika pasien menelan makanan dan menundukkan kepala.
Pasien mengalami penurunan berat badan sebanyak 1 kg dari berat badan
sebelumnya. Pasien mengaku pernah mempunyai riwayat penyakit THT sebelumnya.
Setelah melakukan pemeriksaan pasien didiagnosa menderita sinusitis.
d.
Riwayat Kesehatan
Masa Lalu
Pasien mengaku pernah mempunyai riwayat THT.
e.
Riwayat
Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan tidak ada
anggota keluarganya yang mengalami atau menderita penyakit yang sama dengan
klien dan tidak mengalami penyakit keturunan.
B.
Diagnosa Keperawatan
1.
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan
dengan pemasangan tampon hidung terhadap post operasi paradangan sinus.
2.
Nyeri berhubungan dengan luka operasi ditandai dengan
klien mengeluh nyeri dihidung, ekspresi wajah meringis, tingkat skala nyeri 5
(nyeri sedang).
3.
Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan hidung
buntu, nyeri sekunder peradangan sinus.
C.
Intervensi
1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan
dengan pemasangan tampon hidung terhadap post operasi peradangan sinus.
Tujuan : Bersihan jalan nafas kembali efektif.
Kriteria
Hasil : Jalan napas
kembali normal terutama hidung dan klien bernapas tidak lagi melalui mulut.
Intervensi :
a. Kaji penumpukkan sekret yang ada.
Rasional : Mengetahui
tingkat keparahan dan tindakan selanjutnya.
b. Kaji pasien untuk posisi yang lebih aman, misalnya : Peninggian kepala
tempat tidur, duduk pada sandaran tempat tidur
Rasional : Peninggian kepala tempat
tidur mempermudah fungsi pernapasan dengan menggunakan gravitasi.
c. Pertahankan posisi lingkungan minimum, misalnya debu, asap dan bulu bantal
yang berhubungan dengan kondisi individu.
Rasional : Pencetus tipe reaksi alergi
pernapasan yang dapat mentriger episode akut
d. Dorong/bantu latihan nafas.
Rasional : Memberikan pasien beberapa
cara untuk mengatasi dan mengontrol pernapasan.
2. Nyeri berhubungan dengan luka operasi ditandai dengan
klien mengeluh nyeri dihidung, ekspresi wajah meringis, tingkat skala nyeri 5 (
nyeri sedang).
Tujuan : Rasa nyeri
berkurang.
Kriteria hasil : skala nyeri 0,
bengkak hilang, keadaan umum membaik, ekspresi wajah tenang.
Intervensi :
a.
Kaji tingkat
nyeri klien dengan Provokatif, Quality, Region, Severity, Thine.
Rasional : Mengetahui tingkat nyeri klien dalam menentukan tindakan
selanjutnya.
b.
Atur posisi
yang nyaman.
Rasional : posisi tidur yang menyenangkan akan
memberi rasa nyaman pada pasien.
c.
Alihkan
perhatian klien terhadap nyeri dengan mengajak klien mengobrol.
Rasional :
Untuk mengurangi nyeri.
d.
Alihkan
perhatian klien terhadap nyeri dengan mengajak klien mengobrol.
Rasional :
Untuk mengurangi nyeri.
e.
Kolaborasi
analgetik anti piretik.
Rasional :
untuk menghilangkan rasa nyeri.
3. Gangguan istirahat tidur berhubungan dengan hidung
buntu, nyeri sekunder peradangan sinus.
Tujuan : Istirahat tidur kembali normal.
Kriteria
Hasil : Menyatakan pemahaman penyebab/faktor resiko individu. Klien dapat tidur 6 sampai 8 jam
setiap hari.
Intervensi :
a. Kaji kebutuhan tidur klien.
Rasional : Mengetahui permasalahan klien dalam
pemenuhan kebutuhan istirahat tidur.
b. Ciptakan suasana yang nyaman.
Rasional : Agar klien dapat tidur dengan tenang.
c. Anjurkan klien bernafas lewat mulut.
Rasional : Pernafasan tidak terganggu.
d. Kolaborasi dengan tim medis pemberian obat.
Rasional :
Pernapasan dapat efektif kembali lewat hidung
D.
Implementasi dan Evaluasi
Implementasi pada hari pertama pada tanggal 27 juni
2011 jam 13.00 Wib untuk diagnosa ketidakefektifan bersihan jalan
nafas berhubungan dengan pemasangan tampon hidung terhadap operasiperadangan
sinus dan tindakan yang
dilakukan adalah mengkaji
/ memantau frekuensi kedalam dan kemudahan bernafas, mengatur posisi pasien yang
lebih aman, misalnya : Peninggian kepala tempat tidur, duduk pada sandarang tempat, kolaborasi untuk penggunaan analgetik.
Evaluasi
tanggal 27 juni 2011 jam 13.00 Wib
S : Klien mengatakan sulit bernafas.
O : Sulit bernafas, adanya sekret,
dan pernapasan 20 x/menit.
A : masalah belum teratasi
P : tindakan dilanjutkan
Implementasi pada hari pertama
pada tanggal 27 juni 2011 jam 13.10 Wib untuk diagnosa nyeri berhubungan dengan luka
operasi ditandai dengan klien mengeluh nyeri dihidung, ekspresi wajah meringis,
tingkat skala nyeri 5 (nyeri sedang). tindakan yang dilakukan adalah mengukur tingkat nyeri klien dengan Provokatif, Quality, Region, Severity, Thine,
mengatur posisi yang nyaman dan mengalihkan perhatian klien terhadap nyeri
dengan mengajak klien mengobrol, kolaborasi untuk penggunaan obat anti nyeri (
Injeksi Tramadol 1 ampul/8 jam).
Evaluasi
tanggal 27 juni 2011
jam 13.10 WIB
S : Pasien mengatakan nyeri dibagian hidung.
O : Klien mengeluh nyeri dihidung, ekspresi wajah meringis, tingkat skala nyeri 5 (nyeri
sedang).
A : Masalah
belum teratasi
P : Tindakan dilanjutkan
Implementasi pada hari pertama
pada tanggal 27 juni 2011 jam 13.30 Wib untuk
diagnosa gangguan istirahat tidur berhubungan dengan hidung buntu, nyeri sekunder
peradangan hidung tindakan yang dilakukan adalah
Kaji kebutuhan klien dan ciptakan suasana yang nyaman.
Evaluasi tanggal 27 juni 2011 jam 13.30 Wib
S : Pasien mengatakan sulit beristirahat
O : Keadaan umum lemah, klien sering terbangun.
A : Masalah belum teratasi
P : Tindakan dilanjutkan
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. inusitis adalah suatu proses peradangan pada mukosa
atau selaput lendir sinus paranasal.
Penyebab dari sinusitis adalah virus, bakteri, atau jamur. Kuman
penyebab sinusitis akut tersering adalah streptococcus pneumoniae dan
hemophilus influenza.
2. Diagnosa keperawatan yang didapatkan pada pasien
adalah
:
3. Implementasi dapat dikerjakan dengan baik sesuai
dengan harapan dalam perencanaan tanpa ada kendala yang berarti, ini didukung
oleh fasilitas yang mencukupi di Rumah Sakit serta kerja sama dengan klien dan
keluarga.
4. Hasil evaluasi dilakukan untuk mengetahui tercapainya pemecahan masalah dan
satu tindakan yang telah di laksanakan. Dilakukan pengkajian ulang terhadap
aspek yang terkait masalah klien. Selama dalam perawatan yang penulis lakukan
pada klien post operasi sinusitis berdasarkan hasil evaluasi maka dapat di
simpulkan bahwa semua masalah dapat teratasi dan juga sebagian teratasi
bertahap setiap harinya.
B.
Saran
Banyak komplikasi yang terjadi pada penderita
sinusitis, yakni menyebabkan komplikasi ke orbita dan intracranial, juga dapat
menyebabkan peningkatan serangan asma yang sulit diobati. Namun komplikasi ini
dapat menurun dengan pemberian antibiotic dan dekongestan sejak dini (awal
terjangkitnya sinusitis) untuk mempercepat penyembuhan, mencegah komplikasi, dan
perubahan menjadi kronik.
DAFTAR PUSTAKA
Doenges, M. G. Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3
EGC, Jakarta 2000
Lab. UPF Ilmu
Penyakit Telinga, Hidung dan tenggorokan
FK Unair, Pedoman diagnosis dan Terapi Rumah sakit Umum Daerah dr Soetom
FK Unair, Surabaya
Prasetyo B, Ilmu Penyakit THT, EGC Jakarta
http://duniailmukeperawatan.blogspot.com/2011/10/asuhan-keperawatan-sinusitis.html
artikel yang sangat membantu sekali.... terimakasih banyak..
BalasHapushttp://www.tokoobatku.com/obat-herbal-penyakit-sinusitis/
Thanks for sharing, success always
BalasHapusOBAT BATUK
OBAT KOLESTEROL
OBAT ASMA
OBAT AMBEIEN
Thank you very much for sharing information through this article
BalasHapusOBAT BATUK
OBAT SINUSITIS
OBAT KOLESTEROL
OBAT ASMA
OBAT AMBEIEN
terima kasih sudah berbagi infonya
BalasHapusOBAT BATUK
OBAT BATUK
OBAT BATUK
OBAT BATUK
OBAT BATUK
OBAT BATUK
OBAT BATUK
OBAT BATUK
OBAT BATUK
OBAT BATUK
OBAT BATUK
OBAT BATUK
This is the best pages I visit glad to be in your yard this remarkable I found your page on google
BalasHapusObat Herbal Kanker Kelenjar Getah Bening
Cara Menyembuhkan Kista Ovarium
Obat Tradisional Kanker Kelenjar Getah Bening
Obat Kanker Kelenjar Getah Bening Tradisional
Cara Mengobati Kanker Kelejar Getah Bening
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat , ini sangat bagus sekali . semog artikel ini terus di update ..
Mohon ijin share
Apakah Sakit Usus Buntu Harus Di Operasi
Sakit Perut Bagian Bawah Kanan
Apakah Penyakit Luka Diabetes Bisa Sembuh
Racikan Tanaman Herbal Untuk Obat Penyakit Gondok
Good article. thanks
BalasHapusObat-Herbal-Nyeri-Otot-persendian-akibat-rematik-dan-asam-urat-ampuh
Cara-mengobati-Penderita-kista-payudara-dengan-cepat-secara-alami
Pola-Makan-Berlebih-dan-tidak-teratur-memicu-munculnya-penyakit-Diabetes-Melitus
Kami tunggu informasi selanjutnya !!!
This is a very wonderful page happy to visit your page I found your page from google
BalasHapusObat Herbal Maag Kronis
Obat Herbal Sinusitis Kronis
Very Nice Information.
BalasHapusAgen Resmi Jelly Gamat Qnc Kabupaten Wakatobi
Agen Resmi Jelly Gamat Qnc Kota Bau Bau
Agen Resmi Jelly Gamat Qnc Kota Makassar Sulawesi Selatan
Agen Resmi Jelly Gamat Qnc Kota Palopo
Thanks for all, I'm glad to be able to read your article.
BalasHapusmay be useful.
Agen-Resmi-Jelly-Gamat-QnC-kota-bukittinggi
Agen-Resmi-Jelly-Gamat-QnC-kota-padang-panjang-
Agen-Resmi-Jelly-Gamat-QnC-kota-pariaman
Information is very important, and this post clearly shows how much one can learn from posts and blogs. I find it highly informative, a post that i think its suitable to share. If you are lookign for a relibale place to have your assignment done effectively, professionally and faster, then Custom Writing Bay is the place to be.
BalasHapusThank you very much for the information you have served every day.
BalasHapusCara Mengobati Penyakit Cacingan Secara Alami
Obat Sakit Perut Melilit Pada Orang Dewasa
Obat Herbal Gagal Ginjal Kronik Tanpa Cuci Darah
Cara Mengatasi Kesemutan Pada Kaki Dan Tangan Secara Alami
Suplemen Kesehatan Zinc Tablet Green World
informasi di artikel ini sangat bemanfaat sekali, terimakasih
BalasHapusCara Alami Mengatasi Penyakit Tetralogi Fallot Dengan Obat Herbal Ampuh Sembuh Total
Cara Alami Mengatasi Penyakit Thalasemia Dengan Obat Herbal Ampuh Sembuh Total
Cara Alami Mengatasi Penyakit TIA dengan obat herbal
Cara alami mengatasi Tinea Corporis dengan obat herbal ampuh Sembuh Total
terima kasih atas informasi yang telah disajikan senang bisa berkunjung di halaman anda dan terima kasih banyak atas ilmunya.
BalasHapusObat Asam Lambung
Obat Infeksi Paru Paru
Obat Stroke Ringan
Obat Kelenjar Tiorid
Obat Kista Payudara
Obat Hepatitis B
Obat Kanker Payudara
The information you share is helpful, if you can fix it again for better. Continued success gan!!
BalasHapusObat Hepatitis B Herbal Terbaik 100% Alami
Pengobatan Tradisional Untuk Hepatitis B Ampuh Dari Daun Sirsak
Obat Kencing Manis Yang Sudah Terbukti Khasiatnya
Bahaya Penyakit Kencing Manis
Penyebab Kencing Manis Dan Cara Pengobatannya
Obat Diabetes Tradisional Paling Ampuh dan Alami
Information is very useful and can add insight, happy to be on your page, thanks to the information you shared. This is very useful. Good luck always!!
BalasHapusObat Luka Bakar Tradisional Yang Efektif
Obat Gatal Alergi Eksim Tradisional Terampuh
Cara Mengatasi Badan Pegal Linu Secara Alami
Cara Menyembuhkan GERD Secara Alami dan Aman
Thank you very much for today because it has provided a very useful information .
BalasHapusCiri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah
Gejala Kanker Rahim Stadium Awal
Penyebab Nyeri Otot
Khasiat Buah Alpukat Untuk Asam Lambung
Agen Resmi Jelly Gamat QNC Di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah
Thank you for sharing this amazing article. The information you share can be very useful for us, Many lessons and lessons we can take from this article you created.
BalasHapusCara Mengobati Kutil Selangkangan yang Mengelupas Secara Alami
Cara Menghilangkan Benjolan Kecil di Punggung Tanpa Operasi
Kutil Kemaluan Wanita dan Cara Mengobatinya Secara Almi
Obat Iritasi Kulit Selangkangan Terbaik
Obat Herbal Kram Usus dan Kram Perut Paling Mujarab
Good afternoon and welcome back their activities? thank you for this information
BalasHapusMakanan Sehat Untuk Penderita Paru-Paru Basah
Obat Kanker Ovarium Yang Alami
Cara Menurunkan SGOT Dan SGPT Secara Alami
Jelly Gamat Emas Kapsul
Cara Mengobati Pengapuran Tulang Leher
Good post I am constantly checking this weblog and I am inspired! Thanks and Success continues !!
BalasHapusCara Cepat Menyembuhkan Sesak Napas Karena Asam Lambung
Cara Alami Mengatasi Sakit tulang Ekor
Obat Herbal Kram Usus / Kram Perut Paling Mujarab
Thanks for this wonderful information, I am very glad to have read and found out. greetings :-)
BalasHapusAlternatif Pengobatan Abses Payudara Secara Alami
Makanan dan Minuman Untuk Penderita Sindrom Nefrotik yang Harus Dihindaril
Alternatif Pengobatan Disentri Secara Herbal Terbukti Ampuh
Cara Alami Mengobati Alergi Obat Sampai Sembuh Total
Obat Kram di Usus Herbal Terbaik Terbukti Ampuh
Hopefully tomorrow can provide this kind of information again.
BalasHapusTanaman Obat Ampuh Mengatasi Migren
Pantangan Bagi Penderita Gula Darah
Obat Alami Untuk Mengobati Meningitis
Cara Mengobati Radang Kandung Empedu Secara Alami
Obat Endokarditis Alami
Incredible site, always providing information and articles that are easy to understand and very useful.
BalasHapusPantangan Makanan Untuk Penderita Anemia
Cara Menambah Kadar Zat Besi Untuk Bantu Atasi Anemia
Obat Oles Penyakit Kulit Psoriasis
Salep Oles Herpes Zoster Paling Ampuh
Penyebab Anemia Defisiensi Besi
Thanks for the information presented on your website
BalasHapusVery in waiting for other information
manfaat temulawak untuk hepatitis
daun salam untuk sakit pinggang
obat gendang telinga sakit
This one site can make visitors interested to listen to it.
BalasHapusMakanan Pasca Operasi Usus Buntu Yang Sehat
Pengaruh Kopi Kafein Terhadap Kesuburan Wanita
Walatra Sarang Semut Kapsul
Obat Patah Tulang
Thank you for informations
BalasHapusobat liver tradisional
obat tbc usus secara alami
obat pneumonia secara alami
thanks for informations
BalasHapushttps://tokoherbalnesv.blogspot.com/
Cara menyembuhkan jantung bocor secara alami
BalasHapusCara mengobati hipertiroid
Cara menyembuhkan tbc kelenjar
The news you present today is so very useful.
BalasHapusObat Vulvitis Alami
Obat Alami Fibroadenoma
Obat Herbal Kaki Tertusuk
We will always refer to the information that you present today.
BalasHapusPenyebab Terjadinya Penyakit Asbestosis
Apakah Penyakit Thalasemia Bisa Disembuhkan ?
Obat Tradisional Rematik
Agen Obat Herbal Jelly Gamat QNC
cara mengatasi nyeri haid
BalasHapusThanks for information
BalasHapuscara mengobati benjolan di payudara secara alami
cara mengobati benjolan di leher secara alami
obat benjolan di leher anak terbukti ampuh
cara menyembuhkan penyakit mata pterigium
BalasHapusThank you for our good cooperation, hopefully it can be even better.
BalasHapusBahaya Kista Ginjal
I really like the articles you make. always success
BalasHapusOplosan Essen Galatama Ikan Mas
Your article is very petrified.
BalasHapusUmpan Ikan Nila Badot
Do you like fishing? let's see our website.
BalasHapusEssen Ikan Mujair Paling Jitu
Your article is amazing. Also visit our website.
BalasHapusUmpan Ikan Bawal Musim Hujan
For those of you who like fishing, visit our website (:
BalasHapusUmpan Serbuk Ikan Mas Kilo Gebrus
Your article has the highest rating. Spirit!
BalasHapusEssen Oplosan Ikan Mas Galapung Terjitu
the article that you share is very useful especially for those in need.
BalasHapusEssen Ikan Mas Garung